|
Sejak Tahun 2006 PDAM Sidoarjo memprioritaskan pelayanan kepada masyarakat miskin atau Masyarakat Berpenghasilan Rendah. Program tersebut dilakukan dalam rangka percepatan pencapaian target Milenium Development Goals (MDGs) Dimulai dengan program kredit mikro yaitu fasilitas pembayaran biaya pasang baru melalui bank BRI dengan sistem angsuran dengan jangka waktu s/d 24 bulan. Keberhasilan pelaksanaan program tersebut mendapat apresiasi dari USAID (lembaga non pemerintah dari amerika) dan diakui sebagi percontohan nasional. Setelah program kredit mikro, pdam sidoarjo meluncurkan program master meter yang difokuskan kepada kelompok masyarakat yang mempunyai penghasilan tidak tetap dan pekerja non formal. Golongan masyarakat tersebut selama ini tidak bisa bisa mengakses air minum pdam secara perorangan, selain tidak mampu membayar biaya pasang baru juga biaya rekening bulanan. Melalui sistem master meter masyarakat bisa melakukan pembayaran rekening sesuai kesepakatan dengan pengelola master meter yang ditunjuk oleh masyarakat sendiri, bisa harian/ mingguan dan tarif yang dikenakan adalah tarif rendah. Pada tahun 2009-2010 pdam sidoarjo juga melakukan pemasangan baru bagi 20.000 pelanggan MBR di wilayah rawan air, pesisir, perumahan RSH dengan biaya murah. Program terakhir yang diluncurkan adalah pemasangan bagi 5000 pelanggan MBR dengan nama Program Hibah Air Minum. Program tersebut merupakan kerjasama antara PDAM Sidoarjo dengan Pemerintah Australia, Bapenas, Kementerian Keuangan dan Dirjen Cipta Karya Kementerian PU dan diluncurkan sebagai stimulus bagi Pemerintah Kota/Kabupaten yang peduli terhadap peningkatan akses air minum bagi MBR. Secara nasional program tersebut diikuti oleh 35 PDAM melalui 3 tahap, dari ketiga tahap tersebut pdam jawa timur sebanyak 4 pdam yaitu Sidoarjo, Kota Malang, Kabupaten Jombang dan Kabupaten Bangkalan. Dalam pelaksanaan program tersebut, syarat yang ditentukan oleh pemerintah Australia sangat berat, karena didasarkan pada capaian kinerja (output based). Masyarakat miskin yang diusulkan sebagai penerima dilakukan verifikasi oleh konsultan yang ditunjuk Pemerintah Australia. PDAM dan pemerintah Kabupaten Sidoarjo membiayai dulu investasi jaringan pipa dan peningkatan kapasitas produksi. Setelah pelanggan menikmati air dan dilakukan verifikasi ulang, Pemerintah Australia melalui Departeman Keuangan melakukan reimbustmen kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Pada tanggal 12 Oktober 2011, bertempat di Hotel Sahid Jaya Jakarta bersamaan dengan acara Konferensi Sanitasi Air Minum Nasional 2011 diumumkan PDAM yang berhasil memberikan pelayanan kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah melalui program Hibah Air minum. PDAM Sidoarjo sebagai Terbaik Kedua mendapat predikat “For Very Good Performence and Outstanding Achievement During The Water and Sanitation Hibah Programe 2010 – 2011” yang diserahkan oleh perwakilan pemerintah Australia (INDII) dan disaksikan oleh Drjen Cipta Karya-PU Budi Juwono, Wakil Bappenas dan Kementerian keuangan. |